Ya udah akau arahin aja mobilku ke daerah mt haryono menuju PN. Bokepindo “Sudah ya sayang maini penisku, dari pada nanti keluar di mulutmu”
Dia menjawab…
“Biari aja…. Aku memegang kepalanya dan aku bilang.. terus aku nanya pelan ke Kiki,
“Hutangnya kapan di bayar?”
“Terserah kamu” jawabnya
“Enaknya dimana ya..” gumamku
“Terserah kamu aja” Jawabna lagi. kakinya mulai lemas, aku langsung tahan tubuhnya supaya tdk jatuh. Gilaakkkk… nikmat banget, aku harus bisa ngatur nafasku untuk menjaga supaya aku ngga keluar dulu.Dengan tempo yg beraturan, disertai rabaan, usapan, elusan dan ciuman-ciuman kecil dariku. Kuelus lembut, dengan gerakan memutar, kanan kiri, aku sangat menikmat sensasinya. 2 hari kemudian aku melihat Kiki sedang sedih, terus aku nanya “kenapa ki..?” terus dia jawab ada keluarganya yg sedang sakit dan di opname di rumah sakit tp dia belum sempat nengok karena suaminya sibuk terus dengan kerjaanya. Pas masuk ke pelataran PN, aku lihat muka dia keliatan resah banget, terus aku pegang tanganya dan aku berkata…“Kalau Kiki ngga mau, kita pergi aja” Kiki diam hanya menggelengkan kepalanya dan ber kata…
“I’m ok”
Setelah memarkirkan mobil kami langsung masuk ke kamar. Bibirku menghisap puting susunya dan tanganku meremas-remas toketnya dan mengelus-elus perut seksinya. Terus tanganku mulai merayap menelusuri tubuhnya mulai leher sampai ke punggungnya dan perlahan















