Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Tia mulai turun naik tidak terkendali. Bokep indo Suasana yang dingin, jadi pemicu kedekatanku dengan Evi. Wajah Evi langsung cemberut sambul melepaskan tangannya dari gandenganku. Malam yang sangat dinginpun menjadi hangat oleh sentuhan-sentuhan tubuh Evi. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Satu demi satu pakaian kami tanggalkan. Hhmmm nikmat banget baunya. Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia. Kuraih tangannya, sekali lagi Evi tersentak namun tidak berontak. Kecuali…Evi. Evi hanya menggelengkan kepala, seolah tidak bersemangat menanggapi kehadiranku. Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Tia mulai turun naik tidak terkendali. Kira-kira delapan tahun yang lalu, aku merantau ke kota udang, Cirebon. Tidak terasa sudah jam 7 malam saat Evi mengajakku untuk nonton The beach. Ya Tuhan … begitu naifnya hamba Mu ini.Pagi itu Tia mengajakku berenang, tp aku menolak karena aku memang tidak bisa berenang. Setelah keringat kami mengering, Evi pun menggandeng tanganku menuju Kamar mandi. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain. aku hanya mengikuti setiap gerakan Evi tanpa perlawanan dan















