Kubuka retsleting celanaku, mengeluarkan batang kemaluanku, menggoyang-goyangnya sejenak dalam genggamanku sampai menegang. Bokep Jepang Mendadak saat itu aku ingin menelepon Enni dan meminta maaf.—————————————“Ray..?” “Ah, sorrie..” sahutku cepat. “Bentar saja..” sahutku, dan langsung mengambil kunci mobil dan tanpa menunggu seruan mamaku, aku membawa mobil papa keluar rumah.Di jalan kutenggak teh pahit yang selalu kubawa di saku jaketku. Nia menarik punggungnya ke belakang, meletakkan tangan kanannya di atas sandaran kepala bangku depan, dan menggoyang-goyang pinggulnya yang menduduki batang kemaluanku. Dapat kubayangkan hubungan persahabatan kompetitif antara Enni dan Nia, ahh.. ahh.. Plakk! Kepalaku terasa sangat ringan. “Ah.. “Ya, begitulah namanya orang pacaran, kan nggak harus senang terus..” kudengar bisikannya. agg.. Nikmat! Kubuka lemariku dan mengambil sebotol Bacardi yang isinya tingal setengah. “Ray, aku tidak mau begini.”
“Nia, please..” kukecup bibirnya, sama sekali tidak merasakan penolakannya.















