Sstt.. Bokepindo Sementara itu batang penisnya kukocok sambil sesekali kuremas perlahan biji pelernya. Rin, cepat banget sudah napsu lagi..” jawabnya. Beberapa minggu terakhir ini, ada seorang customer, bapak-bapak, yg rajin berkunjung ke resto tempat aku bekerja. Dia menyibakkan rambutku yg panjang dan menciumi leher ku. Aku berusaha mengimbangi keluar masuknya penisnya didalam memekku dengan goyangan pantatku. Penisnya kembali menyesaki memekku yg sempit itu. Dia sudah ingin ngentot lagi dengan aku. Terasa memekku berkedut-kedut.“Rin, enak banget, penisku seperti sedang diemut, nikmat banget rasanya, luar biasa empotan memek kamu”. Kaget juga aku mendengar tawarannya.Tanpa menunggu jawabanku, dia minta ke spg nya, hp triji terbaru. Mmppffhh.. Tangannya meremas-rems toketku yg besar menantang.“Pak kuat banget sih , baru ngecret sudah mau ngentot lagi” ucapku lirih.“Iya habis pengen diempot memek kamu lagi, nikmat banget rasanya” bisiknya.Desahanku kembali terdengar ketika lidahnya mulai menari di atas pentilku yg sudah menonjol keras. Kuhisap pentilnya, sementara tanganku melucuti celananya.“Ririn buka dulu ya pak” kataku sambil bangkit duduk dan membuka seluruh pakaiannya.Dia tinggal berCD, dan tampak penisnya mencuat keluar tak mampu tertampung didalam CD.“Penis bapak gede banget, panjang lagi” kataku sambil mengelus-elus penisnya dari balik CD.















