“Begini aja Bu, Ibu saya tunjukin cara memeriksanya, nanti bisa ibu periksa sendiri di rumah, dan laporkan hasilnya pada saya”
Aku memeragakan cara memeriksa kemungkinan ada benjolan di payudara, dengan mengambil boneka manequin sebagai model.“Baik dok, saya akan periksa sendiri”
“Nanti kalau obatnya habis dan masih ada keluhan, ibu bisa balik lagi”
“Terima kasih Dok”
“Sama-sama Bu, selamat sore”
Wanita muda cantik dan seksi itu berlalu.Lima hari kemudian, Ny Syeni nongol lagi di tempat praktekku, juga sebagai pasien terakhir. Aku sudah biasa sebenarnya melihat dada wanita. Bokepindo Kok bajunya belum dipakai ?”
“Entar ajalah . Ini namanya rejeki nomplok. Ya .itu .” katanya sambil tersengal-sengal. Stetoskopku udah kupasang ke kuping
Ny. Yang “tersaji” sekarang dihadapanku bukan CD hitam itu, meskipun sama-sama warna hitam, melainkan bulu-bulu halus tipis yang tumbuh di permukaan kewanitaan Syeni, tak merata. Dalam kebimbangan ini tentu saja aku memelototi terus sepasang buah indah ciptaan Tuhan ini.“Kenapa Dok ?” Pertanyaan yang mengagetkan. ? Syeni udah engga tahan lagi ..” Wah . Hmmm .. Aku sudah terangsang. “Okey ..okey . Tak lama kami berpagutan, karena .. Gila ! Padahal baru kepala penisku aja yang masuk. Mestinya kamu tak boleh melakukan ini. Wajah Syeni mendadak memucat. Syeni membuka blousenya sendiri hingga jatuh ke lantai.















