“Ah… ahhh… ahhh… terus Gus! Bokep indo “Wow… cakep nih…. Terlihat keempat teman aku yang lainnya sudah menunggu. Aku melirik ke arah ranjang, terlihat Verika berbaring telentang dengan paha terbuka lebar. Aku menyambar handuk dan melap badannya, Verika tersenyum. Biasanya aku memberikan ramalan yang jitu dulu baru bertanya hal tersebut, jadinya mereka sudah percaya dengan aku. Tiba-tiba Utay menengadahkan kepalanya dan berbisik ke aku. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Rupanya dia sudah mencapai puncak kenikmatannya. Sewaktu di mobil si Angga menanyakan alamat si Verika, tetapi anehnya dia tidak mau memberitahu kami. Dimulai dari perlahan dan makin cepat. Karena lemes, aku akhirnya tertidur dengan senjata yang masih tegang, hihihi. Rupanya yang datang adalah roomboy untuk mengantarkan kondom pesanan Angga. Akhirnya aku tertidur di dalam pelukan dia. Verika menatap tajam ke aku. “biiimm… biiimmmmm…” terdengar klakson mobil dan disusul teriakan,
“Gussss… Ayo…” Dari suaranya aku tahu itu adalah Utay, Yang masih Perjaka. “Ayo dong, kasian loe-nya sendirian… Entar diculik lagi… ama kami-kami kan aman. Verika meronta dan berkata,
“Udah… gua bilang… udah!” kami menghentikan segala tindakan kami dan aku berjalan menghampiri Verika.















