Madu Jepang, Kaoru Miyashiro, Digilir Tanpa Sensor

Segera saja Sherly menelepon Edo, dan setengah jam kemudian dia muncul di depan cafe kami berdua dengan mengendarai X-Trail berwarna hitam solid. Obrolan ringan sambil cekikikan itu tiba-tiba sudah kami lanjutkan dengan saling berpelukan dan berciuman, memagut sana sini, sambil mendesah-desah penuh sensasi. Bokepindo Sejurus kemudian kami pun telah melesat bertiga menuju sebuah peristirahatan di kaki bukit yang sejuk.Seperti sudah biasa ke situ, sambil menenteng sebotol red wine yang diambilnya dari locker dashboard mobil, Edo pun langsung check in dan mengajak kami masuk ke dalam sebuah kamar junior suite yang wangi dengan jendela menghadap ke lembah bertatahkan beledu hijau hutan pinus dan nun jauh di bawah sana kota kami tinggal kelihatan seperti kelap-kelip kumpulan kunang-kunang…Setelah minum-minum red-wine yang menghangatkan sekujur syaraf kami, kami pun segera asyik ngobrol bertiga. Sherly dengan tak sabar merogoh penis itu dan mengeluarkannya dari balik celdam Edo. Tanpa dikomando, kami segera membalikkan badan dan mengelamuti air mani yang masih bermunculan dari lubang kecil di kepala penis Edo. Pada mulanya aku dan Sherly agak kagok juga melepaskan busana kami karena belum pernah kami telanjang berdua seperti itu. Edo pun memotret kami sambil nyerocos mengagumi tubuh-tubuh sintal kami yang tergolek telanjang di balik selimut itu.Adegan selanjutnya, Edo berbaring telentang

Madu Jepang, Kaoru Miyashiro, Digilir Tanpa Sensor

Related videos