Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Bokep indo Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. “Terima kasih banyak, Pak. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Hingga beberapa gerombolan anak datang menghampiri anak laki-laki itu. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Dingin kota ini makin terasa. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Aku langsung ingin mengutuk diri. Aku mematung di tempatku berdiri. Dia punya usaha untuk hidup. Pikiranku mendadak kacau. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Aku sudah terbiasa seperti ini. Dia terpelanting. Dia benar-benat ulet. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,,















