Tiba-tiba Pak Gatot dengan cepat melepas
kacamataku dan menaruhnya di meja sebelah. Sepintas kulihat reaksi wajah Pak Gatot yang
menunjukkan kenikmatan tiada tara. Bokepindo Sudah
lama Bapak ingin memerkosamu, tidak disangka hari ini
kamu menyerahkan diri,” ujarnya sambil tertawa keras
selagi tetap memegangi mulut dan kedua tanganku. ha..”, ujarnya
santai sambil matanya tidak pernah lepas dari
payudaraku.Aku rasanya mau menangis keras-keras, tapi ketakutanku
sekali lagi menyebabkanku pasrah saja. “Kamu pinter banget Vicki, kamu basahin kontol Bapak
kayak gini supaya siap dimasukkan di memek kamu ya?”
senyumnya. Tapi karena aku bukan cewek
gampangan, tetap saja aku berusaha memberontak. Dengan
kasar ia menyingkirkan kemejaku dan melemparkannya ke
lantai. Sungguh pemandangan yang jarang terlihat, ABG
berwajah lugu, berkulit putih mulus dengan payudara
besar sedang berjongkok di antara kedua paha pria
setengah baya berperawakan menyeramkan dengan kulit
hitam pekat yang duduk di tepi ranjang.Pak Gatot dengan sabar mengamati reaksi wajahku dan
menungguku beraksi sementara kedua tangannya berpegangan
di tepi ranjang.















