Pantatnya bulat, tubuhnya padat berisi namun langsing, dengan tinggi semampai. Dikalungkannya kedua tangannya pada leherku,“ Fit, sekarang giliran mas yaa… ”, ucapku berbisik.Saat itu fitri tidak menjawan dana hanya mengangguk saja. Bokepindo Siswi berjilbab itu memejamkan matanya.Desahan dam rintihannya semakin keras ketika kucumbui kening, pipi dan kujilat dan kugigiti daun telinganya dari luar jilbabnya,“ Fitri, mas akan kasih kenikmatan yang luar biasa buat kamu, tapi awalnya bakal sakit sedikit, tapi kalau udah terbiasa pasti enak nanti enak… ”,ucapku menenangkan gadis manis berjilbab lugu itu yang akan kurenggut keperawanannya.“ Iya mas, pelan-pelan yah mas… Fitri takut… ”, desahnya, namun tanpa penolakan karena sudah pasrah.Dengan birahi yang sudah di ubun- ubun, aku mengangkat sedikit pantat Fitri , untuk memberi posisi nyaman pada persetubuhan ini. banyaknya pohon pinus di hutan cagar alam itu, sungguh menghilangkan rasa suntuku. Masih kuat kan ? Saat itu gadis itu-pun sedikit kaget dengan sapa’anku dan dia dengan cepat menoleh kearahku. Beberapa saat, kubiarkan Fitri istirahat.Sambil tersengal-sengal mengatur napas terduduk lemah dibangku panjang digubug itu, bersandar didinding. Matanya masih tertutup. Kedua kaki gadis berkulit putih berjilbab berwajah lugu itu langsung merapat menahan geli.Tanganku mengelus pahanya dan membukanya, menjalar ke kemaluannya, lalu semua jariku mulai menggosokkan naik turun ke pada area















