Tubuh Sherin berkelejotan dan mulutnya mengeluarkan desahan ketika jari-jari pria itu menyentuh bibir vaginanya dan mulai mengorek-ngorek liangnya, Sherin merasakan daerah itu semakin basah saja. “Kurang ajar !” omelnya dengan wajah cemberut. Bokepindo Sherin tidak bereaksi, batinnya mengalami konflik, dia sama sekali tidak ingin melayani nafsu pria seusia kakeknya ini, namun apa daya karena pria ini telah mengetahui aibnya yang dipakainya sebagai alat mengintimidasinya. Ketika Pak Udin melumat bibirnya, Sherin memejamkan mata menahan jijik, betapa tidak bibir Pak Udin yang sudah berkerut itu sedang beradu dengan bibirnya yang mungil dan tipis. Sementara itu, Pak Irfan di bawah sana sedang memegangi kaki kanannya agar tetap terbentang sambil tangan satunya memainkan jari-jarinya mengosok-gosok kemaluannya dari luar celana dalam.Senyum pria itu makin lebar seiring dengan bercak cairan pada celana dalamnya yang makin lebar. Perlahan si sakit membuka matannya dan dia mengembangkan senyum melihat siapa yang di sebelahnya.“He…he…Bapak tau Bapak gak bakal hidup lebih lama lagi, tapi Bapak puas…soalnya udah ngerasain kehangatan dari Non” katanya terputus-putus.Sherin tetap diam tak bersuara apapun sejak tadi, lalu dia menundukkan badan dan mendekatkan wajahnya ke wajah keriput pria itu. “Aaaww !” jerit Sherin, namun sebelum dia sempat bangkit pria itu telah lebih dulu meraih kedua lengannya, mengangkatnya ke atas















