Benar juga dugaanku payudara yang mulus dan putih bersihnya memang menonjol sekali ke depan, putingnya yang merah itu seperti bibir yang lagi manyun. Waktu on-stage di session II aku menyanyikan She’s The One-nya Robbie Williams (meski aku lebih suka menyanyikan lagu-lagu Hip Metal, tapi yah mana romantis kalau aku menyanyikan Nookie-nya Limp Bizkit betul tidak?) special buat dia yang hanya senyum-senyum ke aku.Setelah session II selesai kami makan bersama ramai-ramai. Bokepindo Gila sudah orgasme nih anak.Kuangkat tubuh Lala, kugendong lalu kududukan di kap mesin Escudo yang ada di depan. Dia pun terlentang tiduran di kap mesin Escudo samping mobilku itu. Kukombinasikan hisapan serta ciuman lidah dan bibirku berulang-ulang dari puting, naik ke leher, langsung ke bibirnya dengan cepat sehingga Lala pun sempat tersedak kaget saat kulumat bibirnya lalu kembali lagi turun ke leher, kujilati telinganya, dan kembali menghisapi putingnya. Sudah deh tidak ada apa-apa lagi yang asik buat diceritakan cuma aku bisa tukar-tukaran nomor telepon saja sama Lala.Keesokan harinya jam 12.00 ceritanya lagi asyik-asiknya nonton VCD concert band favoritku Red Hot Chilli Peppers, eitz… telepon di kamarku berbunyi,
“Hallo Iyan ada?” suara di seberang yang ternyata cewek.















