XXX (edited), jangan lupa yah!””Oke deh, tunggu aja nanti, bye!”
“Bye-bye Ton.”
Setelah telepon terputus, lalu aku mulai membayangkan apa yang akan dibicarakan, lalu pikiran nakalku mulai bekerja. Lalu aku pun mulai tenggelam dalam kesibukan pekerjaanku. Bokep indo Sejak saat itu, kami menjadi sangat lengket, tiap malam minggu selalu kami bertingkah seperti suami istri. “Oh, kalau gitu nanti saya campurin obat tidur deh.” kata Ayu sambil tertawa. Langsung saja kutepuk pundaknya, “Hai, baru sampe yah, Yu..”
Ayu tersentak kaget, “Wah gua kira siapa, pake tepuk segala.”
“Elu khan kasih surprise buat gua, jadi gua juga mesti kasih surprise juga buat elu.”
Lalu ia mencubit lenganku, “Nakal elu yah, awas nanti!”
Kujawab saja, “Siapa takut, emang gua pikirin!”
“Ayo masuk Ton, santai aja, anggap aja rumah sendiri.” katanya setelah pintunya terbuka. aahh..” dan, “Aagghh.. Wah, gila juga nih cewek, pikirku, apa ia tidak tahu kalau aku ini laki-laki, baru kenal sehari saja, sudah seberani ini. Ayu menggeliat seperti cacing kepanasan, mendesah-desah menikmati rangsangan yang diterima pada buah dadanya. aahh..!” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlakuanku itu. Kami saling berpelukan selama kira-kira satu jam sambil meraba-raba. Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. Aku mempunyai seorang paman yang belum menikah. Kadang ia juga ke tempat kerjaku untuk minta jatahnya.















