Beberapa menit kemudian, Lita tampak sudah menggelinjang, segera angkat pinggulnya, kini ia merunduk. Lalu Lita memilih membersihkan dirinya bersamaku. Bokepindo Wajahnya masih cantik, dan tubuhnya cukup mempesona.Aku yg ada disebelahnya sambil membawa barang bawaan ini terus mencuri pandang kearah belahan dada perempuan itu, tampak buah dadanya besar dan montok sekali, bajunya yg klasik itu menambah pesona benda favoritku itu.“mm…mbak namanya siapa?”,“Saya JuLita mas, tapi biasa dipanggil Lita”,“ooh, kenalin saya Subhan”,“mas orang baru disini?”,“iya, cari batu akik, mbak kok sendiri aja?”,“iya, suami saya udah gak ada”. “Mbak, sini saya bantuin”,“wah, makasih mas, maaf ya, jadi ngerepotin” Lalu aku meraih barang bawaanya.Saat aku melihat kedepan, ternyata janda ini masih muda! Beberapa menit kami berjalan sambil berbincang bincang, tiba tiba anaknya itu menangis, Lita lalu mencoba menenangkannya, entah kenapa ia tiba tiba mengeluarkan buah dada kanannya, aku sempat terkejut.Lalu tampak lah buah dada besar dgn puting coklat itu, dan si bayi segera menyusu ke ibunya, aku hanya bisa geleng geleng.“Mbak, kok menyusui disini?”,“udah minta nih anakku, udah biasa orang sini mah” memang didesa ini tampak tidak begitu memperhatikan bagaimana orang orang memakai pakaian ataupun menutup aurat, tentu ini juga bagus bagiku.Beberapa menit kemudian, kami tiba dirumah Lita,“masuk dulu mas”,“iya mbak” Lalu aku masuk mengikuti















