Gue mau tidur! Matanya yang basah manatapku. Bokepindo “Tidak. Sehabis nyuci piring dan gelasku aku duduk di dekat Bulik Tin, memandangi Bulik.“Ada apa to Tok? Dia masih menyuapkan suapan terakhirnya, menaruh sendok lalu minum (dasar geblek! Aku melenguh. Aku terdiam. Please jadilah cintaku….jadilah malaikat kecil di hatiku. Semprotan demi semprotan spermaku mengantarku mencapai awang-awang kenimatan tiada tara!! Kita sekarang menjadi sepasang…eh..rrr..bingung gimana nyebutnya. “Ada apa lagi?” bisikku penuh tanda tanya.Tanpa berkata apapun Sinta meraih tanganku untuk mengikutinya. Kusambut bibirnya yang setengah terbuka, dengan bibirku nafasnya terasa panas di wajahku.Ternyata tidak sia-sia aku ‘belajar’ dari film-film BF yang kulihat di rumah Manto. Sementara Sinta masih sibuk menjilati seluruh batang manukku, membersihkannya. Apakah aku memikirkan Yasmin ketika aku dilanda birahi, sedang fisikku berada di dalam genggamannya? Sinta! Lalu membuang muka. Sinetron di TV sudah tidak menarik lagi.Bulik tanpa sadar mengerang lembut, dia mungkin juga sudah menyadari kalau aku tidak tertidur lagi. Aku menengok ke jam dinding, sudah hampir jam 12 siang! Aku terkejut ketika merasakan sentuhan halus di manukku….jemarinya yang lentik mulai menggenggam batangnya. Lalu dia mengalihkan perhatiannya di sinetron TV lagi. Cairan yang aku tidak tau apa namanya, dan bau khas vagina Bulik memenuhi mulut dan hidungku, belepotan.















