Mencicipi Kelezatan Baru Dari India

Giginya menggigit bibir bawahnya untuk menahan laju birahinya yang semakin kuat. Bokepindo Eksanti kembali menatapku tajam. Aku tidak tahan untuk berlama-lama menunggu, sehingga akhirnya aku memberanikan diri untuk mencium bibirnya. Aku tersenyum nakal. Aku mengangguk.Kini aku memeluk tubuh indah Eksanti dengan posisi menyamping, sedang Eksanti rebah menghadap ke atas langit-langit kamar. Bukannya melarang, Eksanti malah mengambil sabun, dan mulai menyabuni tubuhku. Sambil berbaring Eksanti membuka pengait bra di punggungnya. Aku membenamkan batang kejantananku kuat-kuat ke liang senggamanya hingga mencapai dasar rongga yang terdalam. Hanya mulutnya saja yang seolah melarang, sementara tangannya cuma sebatas memegang pergelangan tanganku, sambil tetap membiarkan telapak tanganku terus mengelus dan meremas buah dadanya yang mulai mengeras membusung.Suasana angin pantai yang dingin di luar sana, sangat kontras dengan keadaan di dalam kamar tempat kami bergumul. Aku benar-benar hampir tidak bisa menguasai birahiku saat itu. kumohon, please.. “Ecchh.. Kejantananku senantiasa menegang membayangkan apa yang telah dan akan aku lakukan terhadap Eksanti nanti.Keesokan harinya, disaat aku menunggu tibanya saat bertemu, aku merasa waktu berjalan begitu lambat. Aku tersenyum kepadanya. Bukannya melarang, Eksanti malah mengambil sabun, dan mulai menyabuni tubuhku. Saat itu otakku berpikir cepat, aku takut kalau sebenarnya aku tidak punya bahan pembicaraan yang berarti dengannya.

Mencicipi Kelezatan Baru Dari India