Mereka tidak mau lagi menyentuh wajahku yang kotor karena muntahanku, mereka hanya berfokus di vagina dan anusku. Bokepindo Chelsea sementara aku minta tidak masuk sekolah, sudah ijin tiga hari, aku takut Alex kembali menculiknya karena aku melanggar kesepakatan. Setelah itu Alex lalu mendekatiku, “Tenang, suamimu akan segera mengetahui kematianmu, mulai hari ini aku panggil kamu Madona”, kata Alex lalu disambung, “Karena kamulah Primadonaku… Hahahahaha”, ia tertawa keras lalu memegang tanganku dan mengajakku masuk.Aku tidak tahu apa yang telah Alex rencanakan unutk membuat semua yakin kematianku. Badanku masih lemah karena sakitku. “Iya, kami patungan”, jawab salah satu pria. “Wajahmu terlihat pucat”, kata Alex sambil memandangiku dari arah spion tengah.”Aku demam”, jawabku ketus. Para pria melihat jijik ke arahku, mereka sedikit mundur karena bau muntahanku sangat menyengat. “Hahahaha”, Alex tertawa sambil terus menyopir, entah akan ke mana ia kini membawaku.”Lu pikir mau menyogokku dengan apa?”, ia bertanya. Pria itu mulai menggenjot vaginaku, sedangkan yang lain sedang asyik menyedoti susuku, sambil menunggu antrian untuk naik ke atas mulutku. “Mari ku bantu untuk membersihkan diri”, kata dokter itu sambil menarikku bangun. Tubuhku lelah, aku terbaring di kasur dengan suhu badan yang cukup tinggi. “Aku akan ikut kamu selamanya”, aku memberikan sebuah pernyataan yang cukup membuat















