Jujur aku agak malu ketika melihat Ayu, takutnya dia mengetahui apa yang aku lakukan tadi malam, hingga akhirnya hari telah sore dan ayah belum dating juga, ku telpon dan kuberitahu kalau aku harus kembali ke Jakarta, karena besok aku harus kerja.Seminggu berlalu dan bayangan tubuh Ayu selalu melekat di ingatanku, terkadang kugunakan imajenasiku untuk masturbasi. Sesampainya dirumah aku istirahat sebentar sebari merokok tapi Ayu memutuskan untuk langsung mandi, “jangan lama-lama yah” pintaku kepada Ayu, “iya” Ayu menjawab, sembari merokok kubayangkan bentuk tubuh Ayu yang kunikmati tadi sembari sedikit-sedikit mengelus-elus kontol ku, tapi sial aku dikagetkan oleh kedua adik Ayu, Danti dan Agus. Bokepindo Sembari menghabiskan rokokku terlintas pikiran gila yang mengarahkan ku ke pintu kamar mandi, supaya aman aku agak menjauh dan dengan sedikit berteriak aku berkata, “Ayu udah apa belom?” lalu Ayu menjawab “belum mas, Ayu sakit perut nih”, seperti mendapat lotre pikiranku langsung kegirangan dan segera kuhampiri pintu kamar mandi. Minuman yang kubeli sebelumnya telah kucampur dengan minuman beralkohol, kucampur saat Ayu berada didapur.Setelah beberapa lama menikmati minuman yang kucampur tersebut Ayu merasa agak pusing dan mulai berbicara ngaco, kuanggap hal tersebut sebagai kesempatan, dengan kondisi Ayu yang mulai lemah kudekati dan kuraba-raba payudaranya (karena aku ikut minum jadi















