Dia hampir jatuh saat melangkah menuju ke teras. Aku duduk bersandar santai di sofa di dekat meja tempat amplop bayaran itu.Kutarik bagian bawah dasterku sampe menampakkan cd hitamku samar-samar, kuturunkan lengan dasterku sampai tetekku hampir tumpah semua yang kanan. Bokepindo Perlahan dia mendekat dan memanggil namaku perlahan untuk memastikan aku tertidur. Aku pura-pura tertidur kelelahan dan g sadar akan bajuku yang berantakan.Tak lama kemudian pak surip masuk. Kulirik matanya tak jauh2 dari tetekku yang mulai tembus pandang karena tanktopku yang mulai basah karna keringat.Walaupun dah biasa diliatin cowok, tapi cukup bangga juga malah aku mulai horny jadi putingku tambah tercetak jelas di tanktop yang merupakan satu-satunya pembungkus tetek 36c ku. Kuintip dari celah mataku dia sempat kaget. “Anu pak… nanti agak siangan bisa bantu rapiin taman ? Dan kulirik dari ekor mataku.Astaga….. Setelah beberapa saat dia kembali buat mengambil amplop bayaranya. Dan reaksi yang g kuduga adalah dia nunduk sampe mukanya hampir menyentuh lantai cuma untuk melihat cd ku lebih jelas. Kulirik mata pak surip melotot melihat tetek montok, putih menantang menggantung di depanya. Dan reaksi yang g kuduga adalah dia nunduk sampe mukanya hampir menyentuh lantai cuma untuk melihat cd ku lebih jelas. “Rasain lo….”, pikirku dalam hati.“Diminum pak kopinya…”,















