Menyirami Wajah Dengan Pancuran Emas

Tanpa kuberi kesempatan untuk berpikir, kujilati semua sudut vaginanya dan klistorisnya. Aku sudah 2 tahun bekerja diperusahaan ini, apalagi aku termasuk yg berprestasi dimana usiaku yang masih muda 24 mendapatkan posisi yang lumayan bagus.Bosku seoarang wanita yg umurnya sekitar 35 tahunan, beliau jika berpenampilan memang cantik tapi banyak karyawan yg ngak suka sebab sifatnya keras.Namun sebagai bawahannya, aku cukup mengerti beban posisi yg harus dipikulnya sebagai pemimpin perusahaan. Bokepindo bibir mungilnya udah mengulum kontolku.Oh nikmatnya. makanya nanti kamu duluan aja, kita ketemu disana OKE”, kata Bu Anggi. Pinggulku genjot naik turun dan kulihat pula muka bu Anggi jadi sange. dekat.. “bibirnya menyentuh bibirku”. Tanpa kuberi kesempatan untuk berpikir, kujilati semua sudut vaginanya dan klistorisnya. aku sangat menikmati karena aku juga jatuh cinta dengan kemolekan tubuhnya yang aduhai dan montok. widih bisa bikin aku senang aja nih bu “, ditengah kegugupan, aku masih sempat menyempilkan jurus-jurus rayuan. Maka Bu Anggi hanya menurut dan menikmati apa yang kuberikan.Sementara mulutnya terus saja mendesah-desah menahan nikmat dari goyangan pinggulku.Dan ntah itu kebenaran atau emang di rencanakan, beberapa detik kemudian kami berdua melolong panjang
“Aaaaaaaahh……”
Begitu suaranya seperti itu, maka bersamaan pula kontolku mengecrot di dalam lubang memeknya bu Anggi.

Menyirami Wajah Dengan Pancuran Emas