besok Iyan jemput Lala deh ke sekolah… Iyan sayang sama Lala,” aku pamitan ke Lala. Bokepindo Buat Bossnya situs cerita ini tolong kritikannya yaa… aku ‘kan new challenger. Tanganku? Lala sayang ama Iyan, Lala mau Iyan entarnya tidak ninggalin Lala gitu saja,” sambil mengucek-ucek matanya kuusap air mata di pipinya. oohh!” Lala menjerit-jerit menahan si kecil yang mulai memasuki kewanitaannya. “Terruuss sayang… terussin… Oohh… mmppffhfh..!” teriak Lala seperti menantangi kehebatan si kecil-bandotku di dalam sana. Bunyi liang basah yang bergesekan dengan si kecil diikuti dengan teriakannya yang menggema membuat pelataran parkir itu sudah seperti panggung concert music deh.“Ooohh… Lala sayaang… Iyan sudah tidak kuat lagi nih,” setelah sekian lama aku akan merasakan KABOOM (istilah orgasme si kecilku) pada kemaluanku di dalam sana. Aku biarkan Lala merasakan sensasi orgasme keduanya dengan mulai melepaskan celana jeans Hip-hop Airwalk-ku, kukeluarkan si kecil dari dalamanku tapi aku tidak lepaskan dalamanku cuma aku kaitkan saja di bawah biji buahku.Aku naik ke bibirnya, kulumat untuk sekian lamanya sebelum The Real Game-nya kumulai sambil menunggu Lala terangsang lagi, kelihatan dia menjepit pangkal pahanya dengan si kecilku yang sudah bersentuhan dengan bibir kewanitaannya.















