Yang mampu ku ingat, usia ku baru 5 tahun saat itu. Bokep Arab Kepala penisku terasa menyundul-nyundul, kain resleting celana pendekku. Akhirnya, dengan putus asa, aku terpaksa membawa ‘si otong’ yang basah kuyup tapi tetap tegak menantang, ke bilik tidurku sendiri. Dan.. Aku tak menjawab, dan langsung berlari, meninggalkannya. Maksudku, sebagian besar nampaknya telah sengaja di buang oleh nenek dengan cara di cabut. “Itu apa Mbak?” tanyaku polos, saat melihat kain kecil tersumpal di dalam kutangnya yang sebelah kanan. Jadi meski sudah memicingkan mata, tetap saja obyek yang sedang ku amati tampak kabur. “Le, ayo ndang bali!” terdengar teriakan kakak perempuanku Sekar, memintaku bergegas untuk pulang. Di bawahnya, ada lobang yang aku sendiri tak tahu seberapa dalam, karena aku tak berani memasukkan jariku ke dalamnya. Kesenggol lagi ya Mbak?” tanyaku sambil mencoba bangkit, meneliti tangan mana yang telah kurang ajar menyakiti payudara Mbak Sekar.















