Hingga beberapa gerombolan anak datang menghampiri anak laki-laki itu. Bokep indo Adakah yang lebih tabah dari aku? Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Dia terpelanting. Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Aku mematung di tempatku berdiri. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Dia menjual, bukan mengemis. Dia terpelanting. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Dia menjual, bukan mengemis. Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian















