Jay bangkit berdiri dan menghampiriku. “Ray…” kudengar gadis itu meratap terisak dalam dekapanku. Bokep India “Sial lu, Jay.”
Jay tertawa, mengambil tempat di kursi di depanku, menatapku lekat dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. “Bule? Menggerakkan telunjuknya menelusuri garis-garis dadaku, membiarkanku tertawa kecil. Aku pun juga. Kini semua rangkaian cerita sudah lengkap.Akulah Ray. Karena ia adalah temanku, sahabatku, orang yang kukasihi.Jay? Hahahaha…”
Tapi Chie hanya terdiam, memeluk kedua lututnya. Siapa coba?”
Kudengar tawa Jay beriring tawaku sendiri. Menggerakkan telunjuknya menelusuri garis-garis dadaku, membiarkanku tertawa kecil. “Aku akan berangkat ke Australia akhir Oktober.”
Aku terenyak, mengangkat tubuhku dan menatap matanya bertanya-tanya. Aku mengasihi mereka.Malam itu, saat Chie mengakui bahwa ialah yang meminta Jay memperawaninya, Chie rupanya sudah berputus asa merayuku, dan akhirnya mencoba membangkitkan emosiku. Karena seperti kata pepatah kuno, hanya setan yang mengerti setan. “Dasar! Sempit, hangat. Dan aku masih sering menghubunginya. Sudah kuduga. Ray, pemuja kasih dan seorang pecinta. Aku tahu itu, aku bukan seorang bodoh. Kupeluk pundak Chie















