Enak sayang..?”, akupun tak kalah dalam mengimbangi fantasinya. Bokepindo “Auucchh.. Ia mengulumnya pelan, dan sesekali menghisapnya dengan sepenuh perasaan. Mengelus-elus perlahan, menimlbukan rasa geli yang samar-samar, seakan-akan untuk meAbangtikan bahwa segalanya berjalan perlahan menuju tempat tujuan. Harum nafasnya yang menggairahkan itu, tercium jelas di hidungku. Miranda, Abang rasanya nikmat sekali.. Sedang apa dia sekarang? Naik turun seirama nafasnya yang mulai memburu. “OK, see you next morning, take care..”, jawabku singkat. Lidah Abang berputar-putar di sekitar pusarmu. Perasaanku bercampur aduk antara cemburu, sebel, ingin marah, tetapi aku tidak tahu harus aku tujukan kepada siapa.Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.. So, apakah aku harus tidak percaya..? Rasa geli menyelimuti puncak-puncak dadanya. Kamu meronta.. Tak sadar, Asmirandah mengerang kecil, meremas seprai dengan satu tangannya. “Ayo Abang.. ngga tahan.. Miranda..”. Bayangan percumbuan yang serba singkat di dalam mobil beberapa hari yang lalu kembali muncul di matanya yang mencoba tertutup. Lalu kami saling bercerita canda panjang lebar untuk menanyakan keadaan Masing-Masing. Tubuh Asmirandah berguncang-guncang oleh gerakannya sendiri. Dan akupun secara refleks langsung melayangkan ciumanku ke arah rambut lembut di sekitar leher belakangnya.















