Aku benar-benar tidak menyangka hidup di usia 23 tahun sama sekali tidak ada gunanya kalau akhirnya seperti ini. Bokepindo Itu semua membuat om Yoyok berubah, dia memandangku dengan sebelah mata.Waktu kecil dia memperlakukan aku seperti layaknya gadis cilik yang lucu ditimang-timang setiap hari. Aku minum obat yang ada di rumah belum juga sembuh. Memang nikmat namun aku terus merasakan kesakitan, dimasukin penis segede itu,“aaaahh om…sakit om……aaaakkh….oohhh….aaaaaaaahhhh…oooouuugghh….”Keringat om Yoyok jatuh bercucuran membasahi tubuhku. Aku tidak tahu jika om masuk ke kamarku, dia membelai rambutku hingga aku terbangun.“udah enakan ya Tar?”“ee..udah om…” sambil sedikit menjauh dari om Yoyok.“obatnya harus tetap kamu minum ya?”“iya om masih aku minum kok…”Aku ketakutan karena om Yoyok terus mendekati aku. Terlihat jelas penisnya yang tegang itu, persis dihadapanku. Aku minum obat yang ada di rumah belum juga sembuh. Om yoyok melepas bajunya dia telanjang tak berbusana. Seperti bunyi robekan dan keluar darah, mungkin itu selaput keperawananku pecah. Kelak aku juga bakal hidup sendiri dan tidak mungkin terus menggantungkan tante.Jika sudah menikah nanti aku juga harus punya uang pribadi.















