Nyonya Hana ada di depanku membawa makanan. Keringatku membasahi tubuhku dengan deras membuatku semakin lemas.Sementara itu, punggungku terasa amat sakit akibat cambukan dan bagian depan tubuhku dan daerah sekitar kemaluanku masih memerah akibat siksaan panas lilin tadi malam. Bokep Thailand Aku harus patuh padanya. Diperlakukan seperti budak dan direndahkan seperti anjing. Pelan-pelan aku keluar dari pepohonan saat jalan raya sepi. Tapi dia tetap tidak perduli. Aku adalah seorang budak.Nyonya Hana menaruh makanan yang dibawanya di mangkuk makanan anjing dan menyuruhku untuk makan dalam keadaan merangkak dan hanya boleh menggunakan mulut seperti layaknya seekor anjing. Tapi bagaimanapun juga aku berusaha untuk bangun. Tar! Nyonya Hana tertawa terbahak-bahak melihatku kesakitan dalam keadaan telanjang dan terikat tidak berdaya. Aku juga tidak dapat terus-terusan tinggal diam di situ karena aku tidak punya pakaian selembar pun. Nyonya Hana lalu menyuruhku untuk memasuki ruang belakang. Pelan-pelan aku keluar dari pepohonan saat jalan raya sepi.















