Karena melihat dia bermurung-murung seolah menjadi beban psikologis bagiku.Namun masalahnya…Prima itu anak tiriku, yang seharusnya kuanggap sebagai anakku sendiri. Dan aku bergegas mengenakan kimono, tanpa mengenakan beha terlebih dahulu. Bokeb Tapi tahukah ia betapa degdegannya aku ketika ia benar-benar sudah merebahkan diri di sampingku ? Dan nafas Prima mulai terdengar tak beraturan. Lalu terdengar suaranya ragu,
“Kalau saya berterus terang, pasti Bunda marah.”
“Gak,” sahutku,
“bunda janji, kamu ngomong apa pun bunda takkan marah.” Prima menatapku, masih bersorot sangsi. Menyelinap ke balik celana pendek anak tiriku. Terutama Nanda jangan sampai tau.”
“Iya…iya Bunda…tapi…ada apa Bun ?” tanya Prima dengan tatapan bersorot ragu. Ibu mau berpakaian dulu.” Prima meletakkan resi itu di meja kecil. Dan aku tahu pasti bagaimana cara untuk meredakan arus itu. Dan ia memang tertegun agak lama di dekat bedku.















