Udah gitu aku dilihatin banyak orang… Sampai deg-degan, takut ketemu kenalan. Bokepindo Kamu mau lihat?” Kuhentikan sebentar sesi pemotretan.Belinda langsung beranjak dari sofa ke sampingku di belakang kamera. Mungkin aku ada andil juga dengan pekerjaan barunya sekarang sebagai model di majalah-majalah itu, karena sudah menghubungkan dia dengan Jordy.*****Dan pada suatu hari, Belinda menghubungiku lagi. Atau… lebih? Melihat mukaku yang kaget, Belinda terlihat kecewa. Aku duduk di sana, Belinda duduk di sebelahku.“Apa Hedy udah jelasin aku mau difoto gimana?” tanya Belinda.“Nggak tuh Bel, dia cuma bilang kamu minta difoto.”“Nah, gini Om,” Belinda tersenyum sementara kedua tangannya saling genggam. Kuatur kameranya untuk mengambil serentetan foto dengan cepat dan kuminta Belinda bergerak. Meski hari menjelang malam, masih ada orang di jalan, dan Belinda merasa wajahnya memerah, semerah blus dan lipstiknya. Wajahnya sudah bermake-up, siap untuk pemotretan. Dan menurut Hedy, Belinda jadi sukar dihubungi kalau malam. Kubuka baju dan celanaku, sementara dia sendiri melepas celana dalamnya.“Celana dalamnya juga sekalian Om,” pinta Belinda.Kupelorotkan celana dalamku, lalu aku duduk kembali. Uhh… huhuhu…”Susah juga berusaha menenangkan Belinda sementara celanaku mulai terasa sempit tidak karuan gara-gara tubuh Belinda yang cuma pake lingerie nempel ke tubuhku—“Om…” tanya Belinda, “Sebenarnya aku cantik nggak sih?”Waduh. Aku udah ga tau bisa apa lagi,















