satu-satu dong, semangat banget.”
“Semangat dong, kan kita bisa ketemu.”
“Pengin ketemu, gitu?”
“Ah elo, kaya engga tahu aja. Bokep indo “Ah.. Dengan tangan masih di bahunya Aku bangkit mendekat, kedua tanganku di bahu kanan-kirinya.“Alia..”
Dia masih menunduk. Hubungan kami begitu dekatnya sehingga diam-diam timbul sesuatu di dalam hati yang tak kami perkirakan sebelumnya. Meremasi. Aku jadi penasaran ingin menikmati “pemandangan” di bawah sana. Mungkin belum saatnya, aku harus bersabar.Ciuman dengan posisi begini tak nyaman juga. Masih menatapi tubuhnya bahkan sempat berpikir, mulai dari mana? Hubungan kami begitu dekatnya sehingga diam-diam timbul sesuatu di dalam hati yang tak kami perkirakan sebelumnya. Kesempatan ketemu yang amat langka ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya..”
“Kenapa musti di hotel?”
Iya, kenapa ya? Gimana nanti aja.”
Bukankah ini semacam sinyal setuju?Tibalah saat yang amat kunantikan. Dengkurannya berhenti, Alia menggeliat dan membuka mata. Aku kaget karena Alia tak menolakku merabai kewanitaannya. Kuremas bahunya pelan. Tapi konsentrasi pikiranku sebenarnya adalah, bagaimana “strategi” untuk memindahkan Alia dari tempat duduknya sekarang ke kasur















