Dengan begitu, yang ada di bahuku hanyalah seutas kain bagaikan tali yang berasal dari gaunku. Lewat sentuhannya di kulitku dan desahan nafasnya, darahku mulai naik. Bokeb “Ngapain sih?” tanyaku tersinggung, karena yang diganti ternyata cuma sarung bantalku. Dua tahun yang lalu kita cuma teman asal lewat saja. Aku sudah tidak peduli bahwa kami berada di tempat umum, siapa saja kapan saja orang bisa lewat dan mendengar suaraku. Aku tidak begitu yakin jika aku harus menurutinya atau menolaknya mentah-mentah. Aku geli sendiri. Secara diam-diam aku kabur dari kantor, dikiranya hanya sebentar, tapi sudah menunggu setengah jam masih belum dikeluarkan juga mobilnya. Sini bajunya aku bayar dulu.”
Aku pun berdiri di depan counter siap melakukan transaksi pembayaran. Suasana di luar dan di dalam sangatlah berbeda. Aku memang terlihat sangat berbeda. Gaun panjang ini tidak mengijinkan aku mengenakan bra karena bagian punggungnya sangat terbuka.















