Yah.. Sebuah suara terdengar dari sebelah meja kerjaku yang dipisahkan sebuah lorong tempat lemari arsip berada, terdengar suara yang sangat aku hafal dan begitu khasnya.Suara tersebut adalah milik teman sekaligus staffku Ifa sartika (26), aku melihatnya lewat jendela ruangan yang memisahkan ruangan kami.Wajahnya terlihat sangat ceria sambil mengobrol manja dengan Hp berada dekat telinganya. Bokepindo “ ucap Denny sambil menarik kedua tanganku dari mulutku.Aku masih tetap mengulum bibirku berusaha agar tak mendesah, karena kalau aku mendesah sama saja artinya aku menikmati ini semua. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menyadarkan diriku dari semua ini, tapi malah sentuhan tangan Denny dan pepetan tubuhnya membuatku semakin terbawa arus.“Ssstttt oouuhhh pakkk… masuk semua yah pak?” desah Ifa diselingin sebuah pertanyaan.“Ia neng masuk semua, padahal kemarin nggak bisa yak.”“Ssttt.. ohh syukurlah ini bentar lagi yah otw pulang, terima kasih yah mbak.” ucapku di Hp setelah tahu mbak yang menjaga Aldi menunda kepulangannya karena aku belum kunjung pulang.Akhirnya aku membereskan berkas-berkas yang akan dipakai esok harinya setelah itu beranjak meninggalkan Ifa yang sendirian di sana, di kantor yang memang ruangannya sedikit terpisah dari ruangan utama, bahkan punya akses tersendiri di bagian belakang gedung sehingga kami para pegawai biasanya memarkir kendaraan di bagian belakang.Gedung perkantoran pada jam segini















