“What a long day pikirku dan sebelum pintu lift tertutup aku sempat berseru pada Bramanto ” Tolong matikan komputer-nya “. Kakiku mulai terasa letih disaat Diana dan Nina mulai melenguh panjang dengan nafas yang menderu saling bersahutan. Bokep indo Diana dan Nina si resepsionis sedang bergelut penuh nafsu birahi! “Ah masa sih..Diana khan udah punya suami” aku menimpali sambil membereskan beberapa pekerjaaanku. Kedua telapak tangannya yang halus itupun seperti mengikuti irama yang sama dengan ekspresi wajahnya menjelajahi tiap bagian dadanya sendiri. Setidaknya ini akan menambah percaya diriku apabila ber-intercourse kelak. bip.. Oh benakku kembali diserbu berbagai fantasy yang cukup membuat peri baik yang senantiasa berbisik di telinga kananku cemberut. bip.. “Aku tidak menyalahkan kamu tapi aku meminta kamu supaya , merahasiakan hal tadi..aku tidak mau mendengar sampai ada orang lain lagi yang tau hal ini ” ujarku sambil bangkit dan duduk ditepi meja kerjaku tepat di depannya. Masih terasa hangatnya mulut Bramanto menempel di kewanitaanku ketika aku bangkit kembali. Aku memasuki toilet wanita yg terletak di tempat paling ujung bagian direksi. Hendra makin seru dengan gosipnya. Aku sempat menoleh ke arahnya sehingga tampak hidungnya kembang kempis dangan nafas yang memburu. Aku merasa seperti rugi melewatkan ‘pertunjukan’ yang jarang2 ini (jendela kantorku dibersihkan















