Mendengar itu Robby malah semakin kesetanan. Bokep indo Kami maklum lalu segera membongkar tenda. Aku tidak tahu apa yang sedang Wulan rasakan. Cepat-cepat kami berlari mencoba menyelamatkan Wulan (kami mandi hanya menanggalkan baju dan celana panjang, sedangkan celana dalam tetap kami pakai). Tapi tiga bulan berikutnya Wulan menghubungiku dan dia dengan memohon meminta aku bertanggung jawab atas kehamilannya. Melihat itu aku jadi kasihan juga terhadap Wulan. Di luar dugaan, Wulan kali ini tidak mengadakan perlawanan, hingga Doni dan aku dapat melepaskan T-Shirt dan BH-nya. Doni dan Robby menyaksikan atraksiku dari jarak dua meter. Yang dia lakukan hanya menangis terisak-isak.Doni melepaskan telapak tangannya dari mulut Wulan karena dia merasa Wulan tidak akan berteriak lagi. Warnanya putih kemerahan. Wulan mengiba, “Aduhh.., sudah dong Ro.., ampun.., sakit Rob”. Robby memerintahkan aku dan Doni memegangi kedua tangan Wulan. Baru beberapa langkah kami beranjak pergi, tiba-tiba Wulan memanggil kami, katanya dia ingin ikut kelompok kami saja (alasannya masuk akal, dia tidak enak hati sebab Fadli adalah pacar Lia, dan Wulan tidak ingin kehadirannya di tenda mengganggu acara mereka). Singkat kata, sampailah kami pada sungai yang dituju. Tentu saja pembicaraan kami menjurus kepada hal-hal porno.















