Dan setelah lama aku mencari alamatnya, akhirnya ketemu juga. Bokepindo Yaahhh…, begitu Mas! Berapa saat kemudian Bu Diah melepaskan kulumannya.“Gimana, Mas Farid Suka kan?” tanya Bu Diah sambil tersenyum padaku. Dan setelah memikirkan secara matang, aku langsung bergegas menuju alamat rumah yang diberikan wanita tersebut. aku juga semakin berani. Ternyata beliau sudah tidak memakai celana dalam. Seolah memberikan tanganku peluang untuk bergerak menelusuri paha bagian dalamnya. Sementara tangannya mengocok batang kontolku, kepalanya juga bergerak naik turun.Sesekali beliau menyedo-nyedot ujung kontolku kuat-kuat. Sementara Bu Diah menyiapkan kelengkapan ritual, aku segera menanggalkan semua busanaku kemudian berbaring di atas ranjang yang tidak terlalu empuk itu. Pejuhku semua ditelan habis oleh bu Diah.Setelah meneln habis semua pejuhku, bu Diah menyuruhku untuk memakai pakaianku dan mengatakan “Sebentar lagi keinginan mas untuk jadi pegawai negri akan terkabul”. Kemudian wanita itu tak menjawabku dan memeberikan secarik kertas yang berisi alamat rumahnya lalu meniggalkanku begitu saja. Di papan nama dekat pintunya tertuliskan nama Diah, sejenak aku berpikir pasti itu nama wanita setengah baya tersebut dan aku langsung mentotok pintu rumahnya dan keluarlah wanita setengah baya tersebut. Berapa saat kemudian Bu Diah melepaskan kulumannya.“Gimana, Mas Farid Suka kan?” tanya Bu Diah sambil tersenyum padaku.















