Meski aku harus menjadi sampah di masyarakat pun ku tak takut, itu konsekuensi yang harus aku terima karena kebodohan ku, anakku tidak tau apa-apa, dia tidak bersalah, dan ku tak mau menjadi pembunuh aku tak mau nantinya aku menyesal seumur hidupku hanya karena aku ingin selamat sesaat..Sudah bisa menebak bukan.. Pengertian, perhatian entahlah apalagi beliau begitu sempurna waktu itu.. Bokepindo Orangtua ku pun juga mendukung karena melihat semua kebaikan beliau.. Saat ini aku hanya mengumpulkan sisa tenaga ku.. Begitupun perutku yang kian membesar karena hamil. Ya seperti menemukan angin baru tak butuh waktu lama untuk kami menjalin hubungan baik, mungkin dengan latar belakang yang sama.. Bodoh nya kita percaya begitu saja.. Tapi aku tak ambil pusing, aku berpikir untuk menggugurkan saja karena aku hamil belum ada 1 bulan.. Doni lah yang membantu semua kebutuhan keluarga ku termasuk sekolah adikku.. Beliaupun dengan berat hati mengantar ku ke Surabaya untuk terbang ke Hong Kong..Akhirnya aku sampai di Hong Kong.. Tapi selang beberapa hari Doni pun kembali dan meminta maaf dia ingin membesarkan buah hati nya.. Akhirnya orangtuaku mendatangi kediamannya dan distulah semua terungkap.. Maaf kan ibu..















