Akhirnya akupun tak peduli, siapa yang membayarku dialah yang berhak mendapatkannya, money is money and fun is fun.Kegairahan Iwan ikut memacuku dan serasa menantang untuk segera menyelesaikannya tidak lebih dari 15 menit seperti janjiku pada Pak Toni, biasanya kami melakukan lebih dari 30 menit dan sekarang harus dipercepat. Bokep indo nyenyak ? Tangan Pak Toni begitu rajin menjamah di dada, aku hanya berharap supaya pakaianku tidak kusut di bagian itu. Justru lebih banyak rute Airport-Hotel-Airport tanpa tahu yang namanya Monas dimana, apalagi Ancol atau Taman Mini.Pukul 8.30 pagi Pak Toni sudah berada di kamar sebelum ke kantor, bersamaan dengan mbak Lita yang menelepon. Dari pengamatanku, pengunjung diskotik rata rata orangnya sama dari hari ke hari, meskipun tidak tahu nama kami hanya mengenal wajah saja.Terus terang saat itu aku khawatir kalau ada ex-tamu atau langgananku yang berada disana, tentu akan membuka penyamaranku dimata mbak Lita.Tak ada yang menarik di dickotik itu, kecuali beberapa laki laki iseng ataupun germo yang coba mengajak kencan atau menawari tamu, aku sudah khawatir saja tapi ternyata mbak Lita hanya ketawa ketawa saja menghadapi ajakan ajakan seperti itu, sepertinya dia sudah terbiasa dan dengan cueknya dia tidak menggubris ajakan para laki laki itu.Entah pukul berapa kami meninggalkan Fire, terlalu















