Ternyata adalah Ayu.“Eh, ada apa Yu?”“Enggak, aq pengen kasih kartu nama aku , besok jangan lupa telpon aku , ada yang mau aku omongin, oke?”“Kenapa enggak sekarang aja?”“Jangan, ada paman kamu, pokoknya besok jangan lupa.”Setelah acara makan malam itu, aku pun pulang ke rumah dengan seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama Ayu sih. Kemudian sebelum mereka pulang, pamanku mentraktir mereka makan di sebuah restoran chinese food di dekat rumahnya di daerah Sunter. Bokep Jepang Lalu mulutku mulai turun ke buah dadanya, kujilat-jilat dengan lembut, Ayu mendesah-desah nikmat. XXX (edited), jangan lupa yah!””Oke deh, tunggu aja nanti, bye!”“Bye-bye Ton.”Setelah telepon terputus, lalu aku mulai membayangkan apa yang akan dibicarakan, lalu pikiran nakalku mulai bekerja. Lalu aku pun mulai mengendarai motorku ke tempatnya. Sebelum aku menutup pintu, tiba-tiba ada tangan yang menahan pintu tersebut.















