Kutindih badannya dan kembali kujilati seluruh tubuhnya. Bokepindo Kutarik mbak RAtih ke ruang belakang, tempatku biasa tidur siang dan juga tempatnya beribadah.Wajah mbak Ratih tampak tersipu saat di dalam ruangan itu kulucuti semua pakaiannya hingga kami berdua sudah sama-sama telanjang. Aku begelut di dunia usaha sejak aku duduk di bangku SMA hingga belum lama ini aku menyandang gelar sarjana. Aku bahkan juga hafal sifat dan karakter karyawan/ti tapi maaf, bukan bermaksud untuk sombong. Mendengar usul dari mbak Ratih aku hanya terdiam, tidak serta merta mengabulkannya hingga raut wajah mbak Ratih yang bisanya berseri berubah murung saat kuungkapkan niatku.Kulihat seharian mbak Ratih lebih banyak diam dan termenung di dapur sambil membersihkan peralatan masak sebagai tugas terahkirnya. Kuremas perlahan pantatnya, kumainkan telunjukku di lubang anusnya sampai tubuhnya menggeliat. Sungguh tak tega aku melihatnya. Sering mbak Ratih kujadikan fantasi sexku saat aku melakukan onani.Dilihat dari kacamata batinku, sosok mbak Ratih sungguh mirip dengan artis ‘Sarah Vi’ artis era 90-an yang namanya meroket sejak membintangi sinetron “Inem Pelayan Sexy” meski menurutku mbak Ratih lebih tirus atau langsing. Kedua telapak tangannya bersandar pada perutku seiring gerakan “upside down” yang dilakukannya.Mungkin karena posisi itu cukup menguras energi, ia pun berebahkan dirinya di atas tubuhku.















