Tadi pagi aku lupa membawa buku Gambar gara-gara mengurus foto si Dito. Tante sudah jaga-jaga”
“Saya engga mengerti Tante”“To, lain kali saja ya Tante jelasin. Bokepindo Jariku mencari-cari putingnya. Sekali lagi Tante mengangguk, kali ini sambil mengedipkan kedua matanya.Aku membutuhkanmu sekarang! Enak-enak geli atau geli-geli enak. Setengah jam berikutnya kudengar TV dimatikan, lampu tengah juga, lalu kudengar suara pintu ditutup dan dikunci. Dimana aku in ? Terlihat segar, baru saja mandi, mungkin.“Tarto” Oom Ton memanggilku.“Ya, Oom”“Oom mau ke Bandung, dua hari. Dan aku, bisa saja memberontak waktu ia merogoh celana dalamku, waktu ia menggenggam kelaminku dan diarahkan ke kelaminnya….Kesimpulannya : salah kami berdua!Tapi, aku ingin mengulangi ……….!***Tante bangkit menuangkan minuman buat Oom. Agaknya habis keramas, membaca terus ketiduran. Kabar terakhir yang aku dengar dari ayahku, adik misannya itu, sebut saja Oom Ton, punya usaha sendiri dan sukses, sudah berkeluarga dengan satu anak lelaki umur 4 tahun dan berkecukupan. Meskipun aku melihatnya masih ?terbungkus? Buah dadanya makin jelas, sampai ke pori-porinya. Dikeringkan. “Ih, engga lah, Tante. Dipandangnya mataku lurus-lurus. Sampai lupa waktu. Tante masih mengenakan gaun tidur dan kutangnya, kelamin kami sudah saling pagut… Hasilnya, seperti kemarin.Aku ‘keluar’ lebih dulu, sementara Tante belum terpuaskan benar.















