Muka Juragan mendekat ke muka saya.“Bibir kamu nggemesin, Denok. Kalau jualan, saya ndak punya apa-apa, mesti jual apa?”Tapi lantas tatapan Juragan kok berubah jadi aneh… Beliau mendekati saya dan merangkul saya. Bokepindo Bunyi-bunyi jilatan, desahan, dan cairan di mulut saya. Mungkin tinggal tahi lalat di pipi saya saja yang nggak ketutupan. “Anu… saya…”Juragan melihat saya dengan acuh. Saya lepas ikatan kemben di punggung saya, lalu pelan-pelan saya urai lilitan kain kemben merah yang membebat badan saya. Lah, kok berantakan gitu? Kamu juga suka, kan?” Juragan berusaha ngajak bicara. Nah, kalau Simbok itu memang cantik. “Baru pertama kali?”“Ah, enggak Bang,” kata saya malu-malu, disela nafas memburu.Temannya iseng menanya, sudah pernah sama berapa orang saya bersetubuh. Saya mau usaha dulu, kata saya, nanti akan saya bayar. Tapi saya terus melacur walaupun perut saya membesar. Tapi ada yang lain…sekarang, kapan saja saya perlu uang, saya nggak lagi segan-segan menawarkan badan saya kepada laki-laki. Belum pernah ciuman? Bunyi-bunyi jilatan, desahan, dan cairan di mulut saya.















