Tetapi nampaknya tak mau masuk. Bokepindo Keremas paudaranya dan nafasnya makin memburu. Begitu pula ketika kulepas pakaianku. Bulunya tajam-tajam dan itu menusuk batangku.”“Habis Mas Bayu sukanya macem-macem sih..!” sambil terus memandang kemaluanku yang masih tergantung lunglai,“Mas, kok itunya lemes sih..?”“Iya En, sebentar juga gede, asal diusap-usap biar seneng.”“Ah Mas Bayu sih senengnya enak terus.”Walaupun berkata seperti itu, mau juga Endar mulai memegang kemaluanku dan digerak-gerakkan ke kanan dan ke kiri. Kini kemaluanku sudah sepertiga berada di dalamnya.Saya berusaha sabar, saya gerakkan maju mundur lagi. Untuk lebih membuka areal ini, saya rebahkan tubuhku dan kubentangkan sebelah kakiku.Endar dengan sabar memainkan pisau cukurnya membersihkan bulu-bulu yang menempel di sekitar kemaluanku, nafasnya mulai memburu, dan kutebak saja bahwa ia juga sedang horny. Setelah tepat di depan gerbang kendarkmatan, saya dorong sedikit.“Bless…”Kepala kemaluanku bisa masuk sedikit, Endar meringis, tetapi terus menekan bokongku. Karena tak tahan, saya langsung menciuminya.Hal ini menjadikan Endar semakin menggeliatkan tubuhnya, tandanya ia merasa nikmat. Begitu pula ketika kulepas pakaianku. Dan saya tak ingin cepat-cepat melupakan fantasi yang hebat itu.















