Kesibukan suamiku sebagai pengusaha, membuatku sibuk mengurusi anak-anak. Lalu Randy menceritakan segalanya. Bokepindo “ohya…tadi teman-temanmu yang kurang ajar tadi memotret mama”, ujarku. “mmfff…mfff”, aku mencoba berteriak dan menarik kepalaku namun sepasang tangan menahannya, kedua tanganku menggapai-gapai sia-sia. Tentu saja perasaan tegang dan bersalah mendera bathinku, khawatir suatu saat suamiku mengetahui hal ini. Aku kembali menamparnya pelan. Lalu hujaman terakhir menghantar semburan demi semburan cairan hangat kental membanjiri rongga kewanitaanku…membuat aku tak mampu menahan denyutan demi denyutan dahsyat orgasme sepanjang dinding vaginaku …”oooouhhh”, rintihku malu-malu menikmati setiap denyut puncak kenikmatan seksual itu, bagaimana munkin beberapa jam lalu kurasakan perkosaan pada diriku bagai siksaan lalu kini berganti menjadi kenikmatan? Aku tak perduli lagi jika harus melayani 1 lelaki lagi, pikir alam bawah sadarku yang masih dalam pengaruh zat perangsang itu. Kurasakan tubuhku melayang ringan, menuju awan putih yang selembut kapas. “Kamu siapa? Pagi itu, aku tiba di Jogja dan dijemput Randy di Bandara menuju kos-kosannya. Sampai kemudian mataku membuka samar-samar, pandangaku masih kabur. Pria itu membaringkanku di atas awan, kembali mencumbuiku ….dan menyetubuhiku…rasanya luar biasa nikmat, dalam bathinku terlintas perasaan bahagia dan romantisme yang selama ini nyaris sirna dalam kehidupanku, suamiku terlalu sibuk bekerja.















