Kenapa??!!”
Dia melihatku dengan pandangan marah. “Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Bokepindo Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu. Marah yaa? Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Ya kan, setan cilik?”
Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Tapi, tidak saat ini. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Kenapa? Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Aku tidak pernah bertanya.















