Kumainkan puting susunyaibarat mencari gelombang siaran radio. Satu kancingnya sampai putus (sekarang masih saya simpan untuk memorabilia). Bokepindo Satu kancingnya sampai putus (sekarang masih saya simpan untuk memorabilia). Si Jendral sudah tidak sekeras tadi gara-gara saya kasihan melihat nafsuku membuat Kiko kesakitan.Lama-lama longgar juga (sedikit), lalu kuberanikan mulai mengenjot Si Jendral di dalam liang kemaluannya. Kiko tersentak kaget ketika ternyata saya tidak kembali melakukan penetrasi melainkan berlutut dibelakangnya lalu menjilati celah meckynya. Setelah itu terasa basah sekali sampai cairannya menetes pada kantung zakarku.Tiba-tiba muncul seleraku menikmati juicenya yang jelas banjir itu. “Aaah.. Dengan cepat dia berbalik lalu nungging, kedua tangannya menopang pada sandaran sofa sedang lututnya terkembang pada dudukan. Satu tangannya masih menggenggam si Jendral, satunya lagi menutup mulutnya. Enak. “Jay, nemui desuyo” (Jay ngantuk nih), tiba-tiba Kiko protes manja. Kusingkirkan jasku lalu kutegakkan tubuh Kiko sejenak dan kubaringkan. Kira-kira 6-7 semprotan kukeluarkan, dilahap habis oleh Kiko. Lalu kamar tidur 4 tatami (3X4m) dan kamar mandi. Tangan kananku menyelinap masuk ke dalam blazer sekaligus BH-nya, wah hangat. Toh, lagipula jelas Kiko sadar dan pasti merasakan kalau si Jendral tegak di dekat kepalanya, lalu tanganku menyelinap ke balik jas hitamku mengelus paha mulus Kiko.















