Aku meminta dia duduk di sebelah aku. Akhirnya aku meminta Peter untuk mencarikan hotel, habis capai putar-putar terus. Bokepindo Sambil bernyanyi kami bercanda dan mengobrol ke sana ke mari.Dari situ aku tahu Dian berasal dari Bandung sementara wanita lain ada yg berasal dari Medan, Padang, Surabaya, Batam, dan sebagainya. Terlihat Diah berjalan menuju lobby dan merokok di sofa yg terletak dekat pintu masuk.“Hai… ngapain disini?” tanya aku.Diah menatap tajam ke aku.“Panas di dlm… mau cari udara seger,” jawab dia.Habis itu aku memancing dia dengan pertanyaan-pertanyaan seputar dia, tapi jawaban dia hanya singkat-singkat saja, aku memutar otak.“Boleh memperhatikan telapak tangan ente?” tanya aku, akhirnya aku memutuskan untuk mengeluarkan ilmu ramalan aku.“Mau ngapain?” tanya dia cuek.“Mau memperhatikan nasib ente…” jawab aku.Diah memandang aku dengan ragu-ragu, kemudian dia menyodorkan tangan kanannya.“Yg sebelah kiri…” kata aku.Kemudian dia menjulurkan telapak tangan kirinya ke aku. Akhirnya aku memutuskan untuk berbicara sesuatu yg menyenangkan.“Tapi kalau kamu nggak berputus asa, kamu akan menemukan lelaki kedua yg sangat mencintai kamu,” kata aku.Sebenarnya perkataan ini hanya untuk menghibur dia. Maju atau mundur ya?Ketika itu Hendi mulai membuka kaos Diah, terlihat Diah hanya pasrah saja. kayaknya ini malam yg tak terlupakan…” komentar si Hendi yg duduk di samping Peter yg mengemudikan mobil














