Saat itu jam kerjaku memang telah selesai. Bokepindo ujar Rosa dengan wajah ketakutan.Udah, nggak apaapa, elu nggak perlu takut.. teriak Rosa putus asa sambil menangis sejadi-jadinya sementara tangannya berusaha menggapai ke arah bawah, mencoba menahan tangan-tangan yang sedang melolosi CDnya, tapi gerakannya tertahan oleh tangan Pak Hendra yang saat itu terus mendekap tubuh Rosa dari belakang.Manajerku itu terus memaksanya untuk tetap berada di dalam pangkuannya, sambil sesekali meremas dan mempermainkan puting toket Rosa. Nggak mau..! tanyaku kepada mereka.Tenang aja, kamu hanya lepas baju aja kok! serunya.Kita taruhan. Aku sempat berpamitan dengan mereka sebelum aku kembali berjalan menuju pintu keluar saat tiba-tiba salah seorang dari mereka memanggilku..Is.., Temenin kita main dong..! Kuraih uang tersebut sambil berusaha bangkit dan mengenakan seluruh pakaianku.Setelah itu aku berjalan mendekati tubuh Rosa yang masih meringkuk di sudut ruangan. tambahku sambil melihat ke arah jam tanganku. jeritku sambil berusaha menahan pahanya dgn kedua tanganku, tapi batang k0ntolnya terus melesak masuk, sehingga akhirnya benar-benar terbenam seluruhnya di dalam liang memekku.Jangan keluar di dalam, Pak..!















