“Halo, dengan siapa ini?”, demikian suara Ester di seberang sana. Kurasakan sedotan jauh di dalam sana. Bokepindo “Mau ke mana kita?”, kata Ester. “Kamu maunya ke mana?”, tanya saya. Saat aku memandangnya, dia tanpa sengaja melihat pula ke arahku, kami beradu pandang, terasa ada sesuatu yang mengalir di dadaku, aku balas tersenyum padanya, dia tertunduk malu.Sekitar 1 jam mobil kawanku selesai servis, kami membayar biayanya, saat di kasir ternyata Ester sedang duduk di sana, kami berpandangan lagi dan sekali lagi kuberikan senyumku yang (menurutku) cukup manis. Aku pulang dan dalam perjalanan aku tersenyum sendiri membayangkan pengalamanku barusan. Dadanya terkena setir mobil. “Karena kamu cantik, dan saya tertarik sama kamu sejak pertama memandang kamu tadi”, kataku (biar aja sekalian ngomong to the point and ngegombal sekalian). Dan, my God dia balas tersenyum lagi.Sesampai di rumah, dan setelah kawanku pulang, aku telepon bengkel tadi (nomernya kudapat dari kwitansi kawanku tadi), aku minta bicara dengan Ester. Ester menginjak rem secara mendadak, mesin mobil mati. Iya saya ingat Pak. “Itu dia Franky, cowokku”, jawab Ester tersenyum.















