oocchh.. Bokepindo Bertambah lagi satu ketepatan di antara kami.Kami pun bermain beberapa game hingga di tengah game terbaru, mungkin sebab terlalu bersemangat memperoleh kawan bermain, aku tergelincir hingga kakiku terkilir. Riikk..” Irfan melenguh menyertai ejakulasi puncaknya yg kubuat terus nikmat dgn menekan pantatku maju, menancapkan k0ntolnya sedlm-dlmnya di dlm meqiku, sambil kupeluk tubuhnya erat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yg sama dlm hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kita sama-sama maju dan kembali saling berciuman dgn mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yg mengawali, aku dan Irfan saling menghisap lidah dan ciuman pun terus bertambah panas dan bergairah. Aku tahu aku hampir mencapai klimaks, pdhal tetap mengharapkan lebih. Kulimpahkan tugasku pd seorang bawahanku, jadi aku tidak butuh terlalu tidak jarang berjumpa dgn Irfan lagi. Melepas putingku, Irfan mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, sementara aku pun mulai membalas dgn gerakan pantat yg maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, sementara napas kita terus tersengal-sengal diselingi desah penuh kenikmatan. aaahhh..enaakkkk sayanngggg..”
“Ahh.. Dua tubuh telanjang bermandikan keringat terbaring berdampingan di ranjang, tersungging senyum penuh kepuasan pd bibir kita berdua. Tidak ada lagi yg bisa kita lakukan tidak hanya berangkat ke dokter.















