Putri Tiri Jepang Tanpa Sensor Merencanakan Pesta Akhir Pekan Panas Untuk Ayah Tirinya

Adakah yang lebih tabah dari aku? “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Bokepindo Pikiranku mendadak kacau. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Astaga. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat. Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Ketika hujan datang, aku membasah. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Aku serius soal ini. Malam semakin larut. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Aku kini mulai bingung. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Aku mematung di tempatku berdiri. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Dingin kota ini makin terasa. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri.

Putri Tiri Jepang Tanpa Sensor Merencanakan Pesta Akhir Pekan Panas Untuk Ayah Tirinya

Related videos